Home » Blog » Ingin Makan Mi Instan? Ini 6 Tips Jadikan Mi Instan Lebih Sehat

Ingin Makan Mi Instan? Ini 6 Tips Jadikan Mi Instan Lebih Sehat

mi instan sehat

Siapa Sahabat Sehat yang gemar mengonsumsi mi instan? Makanan penolong saat kelaparan ini kerap dijadikan pilihan ketika begadang ataupun di waktu senggang. Rasanya yang gurih serta mudah dalam membuatnya menjadikan mi instan primadona makanan instan terlaris di Indonesia.

Di balik rasanya yang menggugah selera, ada bahaya yang mengincar Sahabat Sehat bila berlebihan mengonsumsinya. Agar lebih sehat, yuk simak beberapa tips bagaimana memasak mi instan agar menjadi sajian yang lezat namun juga sehat.

Pilih Mi Instan Sehat

Bahan mi instan umumnya terbuat dari tepung terigu yang diolah dan digoreng dalam suhu tinggi. Namun, kamu bisa memilih mi yang terbuat dari bahan-bahan organik, seperti mi berbahan dasar bayam, wortel, bahkan umbi (shirataki). Dengan mengonsumsi mi instan berbahan dasar alami maka kamu akan lebih ‘less worry’ tentang efeknya di masa depan. Ada beragam merk mi instan alami yang bisa kamu coba seperti Skinny Pasta dengan berbagai macam rasa yang tidak kalah menggugah selera.

Skinny Pasta juga terbuat dari konjac yang tinggi serat serta rendah karbohidrat lho! Sehingga cocok untuk Sahabat Sehat yang sedang diet ataupun menjaga pola makan. Tak hanya itu, Skinny Pasta terbuat dari bahan-bahan organik, vegan friendly, bebas gluten, dan bebas gula. Makan mi instan sehat tanpa khawatir deh!

Tambahkan Sayuran

Kandungan natrium dan kalori yang tinggi dari mi instan dapat menyebabkan diabetes, obesitas, dan hipertensi lho! Nah, untuk mengurangi efek buruk dari mi instan, Sahabat Sehat bisa mencoba memasukkan beragam jenis sayuran yang tentu dapat menambah kelezatan mi instan. Kamu bisa mencoba menambahkan sawi, pokchoy, wortel, tomat, buncis, bahkan brokoli. Wah, SESA jadi lapar nih.

Tambahkan Protein

Bahan dasar mi adalah tepung terigu tinggi karbohidrat, sehingga harus Sahabat Sehat imbangi dengan menambahkan protein seperti telur organik, daging ayam organik, daging sapi tanpa lemak, dan tahu.

Batasi Konsumsi Mi Instan

Jumlah kalori dalam satu porsi mi instan lebih tinggi dibandingkan kalori dari nasi. Secara sederhana, kalori dari satu porsi mi instan setara dengan kalori dari tiga mangkuk nasi! Tinggi sekali, bukan? Nah, untuk itu, batasi konsumsi mi instan per hari. Hindari menambahkan nasi dengan mi instan agar lebih kenyang. Sebaiknya menambahkan protein dan sayuran agar lebih kenyang.

Hindari Mengonsumsi Mi Instan Sebelum Tidur

Begadang tentunya menghabiskan banyak energi karena waktu yang seharusnya dipakai untuk istirahat dipakai untuk terus bekerja. Untuk menemani lapar malam, biasanya Sahabat Sehat memasak mi instan. Sebaiknya kebiasaan ini harus dihentikan. Karena saat malam, tubuh mencerna makanan lebih lambat dari siang hari sehingga terjadi penumpukan kalori dan membuat kamu menjadi gendut.

Perhatikan Tanggal Kadaluwarsa

Mi instan biasanya dibeli dalam jumlah yang banyak sebagai simpanan makanan di rumah. Bahkan terkadang, mi disimpan sampai terlalu lama. Karena itu, sebelum memasaknya, perhatikan tanggal kedaluwarsa di kemasan agar tidak keracunan dan menimbulkan masalah kesehatan lainnya di kemudian hari.

Nah itulah beberapa cara memasak mi instan yang sehat yang bisa Sahabat Sehat terapkan. Cara tersebut dapat meminimalkan dampak buruk dari mengonsumsi mi instan.

Jangan lupa cari mi instan dengan bahan-bahan organik dan alami serta menambahkan berbagai protein dan sayuran agar lebih sehat. Tertarik untuk konsumsi mi instan? Cari mi instan yang lebih sehat hanya di sesa.id! #SehatSekarang , Siapa takut?

Photo by Karolina Grabowska from Pexels
________

Visi SESA adalah membantu banyak orang mencintai diri, dengan cara memenuhi semua hal yang dibutuhkan tubuh agar selalu sehat. Nutrisi seimbang, tidur cukup, gaya hidup natural, hidup berenergi dan pikiran yang baik. SESA menseleksi berbagai produk dari bahan makanan, minuman, perawatan wajah hingga produk elektronik yang akan membuat Sahabat Sehat #SehatBeneran. Belanja online sayur, buah dan produk organik lainnya di SESA Indonesia.