fbpx
Skip to content
Home » Blog » 10 Fungsi Protein Untuk Pertumbuhan, Jenis dan Sumbernya

10 Fungsi Protein Untuk Pertumbuhan, Jenis dan Sumbernya

fungsi protein

Protein memiliki peranan yang sangat penting bagi kesehatan tubuh. Nama protein berasal dari bahasa yunani, yaitu proteos yang berarti ”utama” atau ”tempat pertama”. Protein terdiri dari asam amino yang bergabung membentuk rantai panjang. Terdapat 20 asam amino yang membantu membentuk ribuan protein berbeda di dalam tubuh. Fungsi rrotein bermanfaat bagi pertumbuhan dan perbaikan sel tubuh.

Makanan Sehat adalah Pedoman Gizi Seimbang (PGS) 2014

Pedoman Gizi Seimbang

Jenis Protein dan Fungsinya

Protein Hewani

Pangan protein hewani atau lauk adalah kelompok pangan yang memberikan citarasa dan kelezatan dalam menu masakan. Kandungan glutamat yang dimiliki oleh pangan protein hewani menghasilkan rasa umami atau gurih dalam menu masakan. 

Kelompok pangan protein hewani terdiri dari daging ruminansia (daging sapi, daging kambing, dan lain-lain), daging unggas (daging ayam, daging bebek, dan lain-lain), seafood, telur, dan susu, serta hasil olahannya.

Semua pangan protein hewani adalah makanan sehat, asal dikonsumsi dalam jumlah sesuai anjuran porsi PGS 2014 dan diolah dengan metode pengolahan yang juga sehat seperti dikukus, direbus, atau dipanggang. 

Anjuran konsumsi untuk pangan protein hewani dan nabati adalah 2-4 porsi sehari. Satu porsi pangan hewani setara dengan 1 potong sedang ikan segar seberat 40 gram. Satu porsi pangan protein nabati setara dengan tempe sebanyak 2 potong sedang atau 50 gram.

ayam-kampung organik

Ayam Kampung Organik

Protein Nabati

Pangan protein nabati memiliki manfaat yang sama dengan pangan protein hewani yaitu sebagai penyumbang protein, namun kelebihannya tidak diragukan lagi dibandingkan dengan pangan protein hewani. Kelompok pangan protein nabati meliputi kacang-kacangan dan hasil olahannya seperti kedele, kacang hijau, kacang tanah, kacang merah, tempe, tahu, dan lain-lain.

Pangan protein nabati mempunyai keunggulan mengandung lemak tidak jenuh yang lebih banyak dibanding pangan hewani, serta isoflavon, yaitu kandungan fitokimia yang turut berfungsi mirip hormon estrogen (hormon kewanitaan) dan antioksidan serta anti-kolesterol. Konsumsi kedele dan tempe telah terbukti dapat menurunkan kolesterol dan meningkatkan sensitifitas insulin dan produksi insulin.

Tempe Organik

Tempe Organik

Sehingga dapat mengendalikan kadar kolesterol dan gula darah. Namun kualitas protein dan mineral yang dikandung pangan protein nabati lebih rendah dibandingkan pangan protein hewani. Oleh karena itu dalam mewujudkan gizi seimbang kedua kelompok pangan ini (hewani dan nabati) perlu dikonsumsi bersama kelompok pangan lainnya setiap hari, agar jumlah dan kualitas zat gizi yang dikonsumsi lebih baik dan sempurna.

Protein sangat diperlukan bagi pertumbuhan dan perkembangan janin selama masa kehamilan. Pertumbuhan dan perkembangan janin memerlukan zat gizi dari makanan sehat yang dikonsumsi ibu dan dari simpanan zat gizi di dalam tubuh ibu. Pada saat hamil, ibu harus mencukupi jumlah dan jenis makanan yang dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhan gizi ibu dan bayi, serta persiapan untuk memproduksi ASI.

Bila makanan yang dikonsumsi ibu sehari-hari tidak cukup mengandung zat gizi yang dibutuhkan, maka janin akan mengambil persediaan zat gizi yang ada didalam tubuh ibunya, seperti sel lemak ibu sebagai sumber kalori dan zat besi dari simpanan di dalam tubuh ibu sebagai sumber zat besi janin. Dengan alasan demikianlah, ibu harus mempunyai status gizi yang baik sebelum hamil dan mengonsumsi makanan yang beranekaragam baik proporsi maupun jumlahnya pada saat hamil.

BACA JUGA: Prebiotik Adalah Berikut Defenisinya Menurut Ahli Gizi dan 8 Manfaatnya

Berikut Adalah 10 Fungsi Penting Protein di Dalam Tubuh

  1. Pertumbuhan dan Pemeliharaan

Dalam keadaan normal, tubuh memecah simpanan protein yang digunakan untuk membangun dan memperbaiki jaringan. Namun di lain waktu, tubuh memecah lebih banyak protein daripada yang dapat dibuat, sehingga meningkatkan kebutuhan protein tubuh. 

Kondisi ini biasanya terjadi pada periode sakit, kehamilan dan saat menyusui. Orang yang pulih dari cedera atau operasi, lansia, dan atlet juga membutuhkan lebih banyak protein. Kebutuhan protein tergantung pada kesehatan dan tingkat aktivitas.

  1. Berperan dalam Reaksi Biokimia

Enzim adalah protein yang membantu ribuan reaksi biokimia yang terjadi di dalam dan di luar sel.Struktur enzim memungkinkan untuk bergabung dengan molekul lain di dalam sel yang disebut substrat, yang mengkatalisis reaksi yang penting untuk metabolisme.

Enzim juga dapat berfungsi di luar sel, seperti: enzim pencernaan (laktase dan sukrase) yang membantu mencerna gula. Beberapa enzim memerlukan molekul lain, seperti vitamin atau mineral, agar reaksi dapat berlangsung. Fungsi tubuh yang bergantung pada enzim meliputi :

  • Pencernaan
  • Produksi energi
  • Pembekuan darah
  • Kontraksi otot
  1. Berperan sebagai Hormon

Beberapa protein berperan sebagai hormon, yang merupakan pembawa pesan kimiawi yang membantu komunikasi antara sel, jaringan, dan organ tubuh. Hormon dibuat dan disekresikan oleh jaringan atau kelenjar endokrin dan kemudian diangkut dalam darah ke jaringan atau organ target yang mengikat reseptor protein pada permukaan sel. Hormon dapat dikelompokkan menjadi tiga kategori, yaitu :

  • Protein dan peptida yang terbuat dari rantai asam amino.
  • Steroid yang terbuat dari kolesterol lemak. Hormon seks yaitu testosteron dan estrogen berbasis steroid.
  • Amina yang terbuat dari asam amino triptofan atau tirosin individu, yang membantu membuat hormon yang berhubungan dengan tidur dan metabolisme.

Protein dan polipeptida membentuk sebagian besar hormon tubuh kita. Beberapa contoh hormone adalah sebagai berikut :

  • Insulin: Memberi sinyal pengambilan glukosa atau gula ke dalam sel.
  • Glukagon: Memberi sinyal pemecahan glukosa yang disimpan di hati.
  • hGH (hormon pertumbuhan manusia): Merangsang pertumbuhan berbagai jaringan, termasuk tulang.
  • ADH (hormon antidiuretik): Memberi sinyal pada ginjal untuk menyerap kembali air.
  • ACTH (hormon adrenokortikotropik): Merangsang pelepasan kortisol, yaitu faktor kunci dalam metabolisme.
  1. Membentuk Struktur

Beberapa protein berserat menentukan kekakuan sel dan jaringan. Protein ini termasuk keratin, kolagen dan elastin, yang membantu membentuk kerangka penghubung struktur tertentu di dalam tubuh. Keratin adalah protein struktural yang ditemukan di kulit, rambut, dan kuku. 

Kolagen adalah protein paling melimpah di dalam tubuh dan merupakan protein struktural tulang, tendon, ligamen, dan kulit. Elastin memiliki tingkat fleksibel beberapa ratus kali melebihi kolagen. Elastisitasnya yang tinggi memungkinkan banyak jaringan di tubuh kembali ke bentuk semula setelah meregang atau berkontraksi, seperti rahim, paru-paru, dan arteri.

BACA JUGA: Makanan Sehat Adalah dan Pedoman Gizi Seimbang Menurut Ahli Gizi

  1. Mempertahankan pH yang Tepat

Protein memainkan peran penting dalam mengatur konsentrasi asam dan basa dalam darah dan cairan tubuh lainnya. Keseimbangan antara asam dan basa diukur dengan menggunakan skala pH yang berkisar dari 0 hingga 14, dengan 0 sebagai pH yang paling asam, 7 sebagai pH netral, dan 14 sebagai pH paling basa.

Contoh beberapa pangan dan nilai pH nya adalah

  • pH 2 : Asam lambung
  • pH 4 : Jus tomat
  • pH 5 : Kopi hitam
  • pH 7,4 : Darah
  • pH 10 : Susu magnesium
  • pH 12 : Air yang berbusa

Salah satu cara tubuh mengatur pH adalah dengan protein. Contohnya adalah hemoglobin, protein yang membentuk sel darah merah. Hemoglobin mengikat sejumlah kecil asam untuk membantu menjaga nilai pH normal darah. Sistem penyangga lain dalam tubuh termasuk fosfat dan bikarbonat.

  1. Menyeimbangkan Cairan

Protein mengatur proses tubuh untuk menjaga keseimbangan cairan. Albumin dan globulin adalah protein dalam darah yang membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh dengan menarik dan menahan air. 

Jika sahabat sehat tidak mengkonsumsi cukup protein, kadar albumin dan globulin akhirnya akan menurun. Akibatnya, protein ini tidak bisa lagi menyimpan darah di pembuluh darah, dan cairan dipaksa masuk ke ruang di antara sel-sel tubuh.

Saat cairan terus menumpuk di ruang antara sel-sel tubuh, pembengkakan atau edema akan terjadi terutama di daerah perut. Kondisi ini adalah bentuk malnutrisi protein yang disebut kwashiorkor. Biasanya hal ini terjadi ketika seseorang mengkonsumsi cukup kalori tetapi tidak mengkonsumsi cukup protein.

  1. Meningkatkan Kekebalan Tubuh

Protein membantu membentuk imunoglobulin atau antibodi untuk melawan infeksi. Antibodi adalah protein dalam darah yang membantu melindungi tubuh dari penyerang berbahaya seperti bakteri dan virus. 

Ketika zat asing ini memasuki sel tubuh, tubuh akan menghasilkan antibodi untuk eliminasi zat asing tersebut. Tanpa antibodi ini, bakteri dan virus akan bebas berkembang biak dan mengakibatkan tubuh terserang penyakit infeksi.

Setelah tubuh memproduksi antibodi terhadap bakteri atau virus tertentu, sel-sel tubuh tidak akan pernah lupa cara membuatnya. Hal ini memungkinkan antibodi untuk merespon dengan cepat pada saat agen penyakit tertentu menyerang tubuh kembali. Akibatnya, tubuh akan mengembangkan kekebalan terhadap penyakit yang terpapar.

  1. Mengangkut Zat Gizi

Protein transportasi membawa zat gizi ke seluruh aliran darah Anda, baik ke dalam sel maupun keluar dari sel atau di dalam sel. Zat yang diangkut oleh protein ini meliputi vitamin, mineral, gula darah, kolesterol dan oksigen. 

Hemoglobin adalah protein yang membawa oksigen dari paru-paru ke jaringan tubuh. Pengangkut glukosa (GLUT) memindahkan glukosa ke sel tubuh, sementara lipoprotein mengangkut kolesterol dan lemak dalam darah. Pengangkut protein bersifat spesifik, artinya mereka hanya akan mengikat zat tertentu. Dengan kata lain, protein pengangkut yang memindahkan glukosa tidak akan memindahkan kolesterol.

  1. Menyimpan Zat Gizi

Protein juga memiliki peran penyimpanan. Feritin adalah protein penyimpanan yang menyimpan zat besi. Protein penyimpanan lainnya adalah kasein, yang merupakan protein utama dalam susu yang membantu pertumbuhan bayi.

  1. Memberikan Energi

Protein dapat memasok energi ke dalam tubuh dengan mengkonversi asupan protein menjadi energi. Protein mengandung empat kalori per gram, jumlah energi yang sama dengan yang disediakan karbohidrat. 

Lemak memasok energi paling banyak, yaitu dengan sembilan kalori per gram. Namun demikian, karbohidrat dan lemak jauh lebih tepat sebagai sumber energi, karena tubuh menyimpan cadangan untuk digunakan sebagai bahan bakar. Selain itu, metabolismenya lebih efisien dibandingkan dengan protein.

Dalam keadaan puasa (18-48 jam tanpa konsumsi makanan dan minuman), tubuh akan memecah otot rangka sehingga asam amino dapat memberikan sumbangan energi. Tubuh juga menggunakan asam amino dari otot rangka yang rusak jika penyimpanan karbohidrat rendah. Hal ini dapat terjadi setelah latihan dengan intensitas tinggi atau jika tidak mengonsumsi cukup kalori.