Home » Blog » Makanan Organik Adalah dan Apa Saja Perbedaannya Non Organik

Makanan Organik Adalah dan Apa Saja Perbedaannya Non Organik

Makanan organik dan non organik

Label makanan organik saat ini menjadi daya tarik tersendiri di mata masyarakat kita. Makanan organik  dahulu hanya ditemukan di supermarket tertentu yang khusus menjual makanan sehat, namun sekarang makanan organik menjadi komoditi biasa di beberapa supermarket.

Bahkan sekarang sudah mulai banyak pedagang yang menjajakan makanan organik secara online. Bahan makanan seperti sayur dan buah yang dijual di pasaran belakangan ini dibedakan ke dalam dua jenis, yaitu organik dan non organik.

Beberapa orang telah beralih ke yang diyakini lebih sehat karena mempunyai klaim lebih sehat, namun sebagian lainnya tidak peduli dan tetap bertahan dengan makanan non organik. Makanan organik selain punya klaim lebih sehat, ia lebih mahal dan bagi sebagian orang lebih sulit mendapatkannya dibanding makanan non organik.

Sebenarnya, apakah perbedaan makanan organik dan non organik dari segi gizi? 

DAPATKAN ANEKA PRODUK ORGANIK DI SESA.ID

Makanan Organik

Makanan organik merujuk pada hasil pertanian organik. Pertanian organik mengacu pada cara petani menanam dan mengolah produk pertanian, seperti buah-buahan, sayuran, biji-bijian, produk susu, dan daging. Praktik pertanian organik dirancang untuk memenuhi tujuan berikut :

  1. Meningkatkan kualitas tanah dan air
  2. Mengurangi polusi
  3. Menyediakan habitat ternak yang aman dan sehat
  4. Mengaktifkan perilaku ternak sealami mungkin

Sedangkan bahan – bahan dan praktik yang tidak diizinkan dalam pertanian organik meliputi:

  1. Pupuk sintetis yang berfungsi menambah nutrisi tanah
  2. Lumpur limbah sebagai pupuk
  3. Pestisida untuk pengendalian hama
  4. Iradiasi untuk mengawetkan makanan atau untuk menghilangkan penyakit atau hama
  5. Rekayasa genetika, yang digunakan untuk meningkatkan ketahanan terhadap penyakit atau hama atau untuk meningkatkan hasil panen
  6. Antibiotik atau hormon pertumbuhan untuk ternak 

Disisi lain ada bahan-bahan dan praktik pertanian tanaman organik yang diperbolehkan seperti:

  1. Sisa tanaman yang tertinggal di area pertanian (pupuk hijau), kotoran ternak atau kompos untuk memperbaiki kualitas tanah
  2. Rotasi tanaman untuk menjaga kualitas tanah dan untuk menghentikan siklus hama atau penyakit
  3. Tanaman penutup tanah yang mencegah erosi ketika tanah tidak digunakan 
  4. Mulsa untuk mengendalikan gulma
  5. Serangga predator atau perangkap serangga untuk mengendalikan hama

roti wheatgrass organik makanan sehat dan bergizi

Roti Wheatgrass Organik

Makanan Organik Mungkin Mengandung Lebih Banyak Gizi

Studi yang membandingkan kandungan gizi makanan organik dan non-organik memiliki hasil yang beragam. Hal ini kemungkinan besar disebabkan oleh variasi alami dalam penanganan dan produksi makanan.

Namun, bukti menunjukkan bahwa makanan yang ditanam secara organik lebih bergizi. Tanaman yang ditanam secara organik memiliki lebih banyak antioksidan dan vitamin. Beberapa penelitian lama menemukan bahwa umumnya mengandung tingkat antioksidan dan mikronutrien tertentu yang lebih tinggi.

Seperti vitamin C, seng, dan zat besi. Faktanya, kadar antioksidan bisa mencapai 69% lebih tinggi dalam makanan ini. Sebuah studi tahun 2003 menemukan bahwa buah beri dan jagung yang ditanam secara organik mengandung 58% lebih banyak antioksidan dan 52% lebih banyak vitamin C.

Terlebih lagi, satu penelitian melaporkan bahwa mengganti buah, sayuran, dan sereal biasa dengan versi organik dapat memberikan antioksidan ekstra dalam makanan Sahabat Sehat. Ini sebanding dengan makan 1-2 porsi ekstra buah dan sayuran setiap hari. 

Beras Coklat Organik sesa

Beras Coklat Organik

1. Tingkat Nitrat Umumnya Lebih Rendah

Tanaman yang ditanam secara organik juga terbukti memiliki kadar nitrat yang lebih rendah. Faktanya, penelitian telah menunjukkan bahwa kadar nitrat 30% lebih rendah pada tanaman ini.

Tingkat nitrat yang tinggi dikaitkan dengan peningkatan risiko jenis kanker tertentu. Nitrat juga terkait dengan kondisi yang disebut methemoglobinemia, penyakit pada bayi yang memengaruhi kemampuan tubuh untuk membawa oksigen. 

2. Susu dan Daging Organik Mungkin Memiliki Profil Asam Lemak yang Lebih Baik

Susu organik dan produk susu mungkin mengandung kadar asam lemak omega-3 yang lebih tinggi dan jumlah zat besi, vitamin E, dan beberapa karotenoid yang sedikit lebih tinggi. Namun, susu organik mungkin mengandung lebih sedikit selenium dan yodium daripada susu non-organik.

Zat gizi ini adalah dua mineral yang penting untuk kesehatan. Sebuah tinjauan terhadap 67 penelitian menemukan bahwa daging organik mengandung kadar asam lemak omega-3 yang lebih tinggi dan kadar lemak jenuh yang sedikit lebih rendah daripada daging konvensional

ayam-kampung organik

Ayam Kampung Organik 

3. Lebih Sedikit Bahan Kimia dan Bakteri Resisten

Banyak orang memilih untuk membeli makanan ini untuk menghindari bahan kimia buatan. Bukti menunjukkan bahwa mengonsumsi makanan ini dapat mengurangi paparan residu pestisida dan bakteri resisten antibiotic.

Satu studi menemukan bahwa kadar kadmium, logam yang sangat beracun, 48% lebih rendah dalam produk organik. Selain itu, residu pestisida empat kali lebih mungkin ditemukan pada tanaman non organik.

Penting untuk dicatat bahwa kadar kadmium dan residu pestisida yang lebih tinggi dalam produk yang ditanam secara konvensional masih jauh di bawah batas aman. 

Apakah Makanan Organik Memiliki Manfaat Kesehatan?

Ada beberapa bukti yang menunjukkan bahwa makanan jenis ini memiliki manfaat kesehatan. Misalnya, beberapa penelitian laboratorium menemukan bahwa kandungan antioksidannya yang lebih tinggi membantu melindungi sel dari kerusakan.

Dan penelitian pada hewan menunjukkan bahwa diet organik dapat bermanfaat bagi pertumbuhan, reproduksi, dan sistem kekebalan tubuh.

Namun bukti-bukti melalui studi penelitian tetap harus dilakukan karena belum ada cukup bukti yang kuat untuk mengonfirmasi bahwa makanan organik lebih bermanfaat bagi kesehatan dibandingkan makanan non organik. 

Makanan non Organik

Makanan non organik biasanya lebih murah karena pertanian dan metode bercocok tanam menghasilkan lebih banyak hasil panen. Makanan non organik dihasilkan oleh petani lokal yang mungkin ada di sekitar Sahabat Sehat.

Makanan yang diproduksi di dekat rumah menghemat gas dan mendukung usaha kecil. Seringkali, daging dan produk dikembangkan secara organik tetapi tidak memiliki sertifikasi organik yang mahal.

Karena tidak disimpan untuk jangka waktu yang lama, produk yang ditanam untuk pasar lokal mungkin tidak diperlakukan dengan pestisida dan fungisida tingkat tinggi. Artinya yang ada disekitar Sahabat Sehat patut menjadi pilihan disamping harganya yang terjangkau dan mudah didapatkan. 

Beberapa produk memiliki residu pestisida lebih sedikit daripada yang lain. Environmental Working Group menerbitkan daftar buah-buahan dan sayuran dengan jumlah residu tertinggi dan terendah.

Sayur dan buah dengan kandungan pestisida tinggi antara lain tomat, anggur, pir, apel, dan bayam. Sahabat Sehat bisa memilih sayur dan buah selain sayur dan buah tersebut. 

Departemen Pertanian AS telah mendenda sebuah perusahaan China karena memproduksi label sertifikasi organik palsu dan wabah mematikan E. coli telah dikaitkan dengan tauge organik.

Menambahkan sedikit makanan organik, terutama sebagai pengganti produk yang ditanam secara konvensional dengan tingkat residu pestisida yang lebih tinggi, adalah ide yang bagus.

Tapi diet menyeluruh buah-buahan non organik, sayuran dan sumber protein rendah lemak adalah pilihan yang ekonomis dan sehat bagi sebagian besar konsumen.

banner ayam kampung

https://naturallivingfamily.com/the-difference-between-organic-and-non-organic-foods/

https://www.livestrong.com/article/513084-benefits-of-non-organic-food/

https://www.foodnetwork.com/healthyeats/healthy-tips/2019/07/organic-vs-non-organic

https://www.thejakartapost.com/life/2016/07/22/facts-and-myths-about-organic-food.html

https://www.ewg.org/foodnews/dirty-dozen.php