Home » Blog » Wajib Tahu! Cara Membaca Label Fakta Nutrisi pada Kemasan Makanan

Wajib Tahu! Cara Membaca Label Fakta Nutrisi pada Kemasan Makanan

membaca label kemasan
Photo by Laura James from Pexels

 

Membaca label nutrisi – Apa pertimbangan Sahabat Sehat saat memilih makanan di etalase swalayan? Apakah karena rasanya yang enak, kemasannya yang menarik atau sekadar penasaran ingin mencoba?

Sebelum membeli makanan dan minuman, ada baiknya Sahabat Sehat mulai membiasakan diri untuk membaca label pada kemasannya.

Usahakan jangan hanya sekadar melihat tanggal kedaluwarsa, melainkan juga membantu dalam mendapatkan informasi terkait bahan yang terkandung dalam produk tersebut, khususnya untuk Sahabat Sehat yang memiliki riwayat alergi pada kandungan tertentu ataupun penyakit khusus seperti penyakit degeneratif.

Membaca Label Makanan

Label pada kemasan makan memiliki informasi keterangan tentang isi, jenis, komposisi zat gizi, tanggal kadaluarsa dan keterangan penting lain yang dicantumkan pada kemasan. Semua keterangan yang rinci pada label kemasan makan akan sangat membantu untuk mengetahui bahan-bahan yang terkandung dalam makanan tersebut.

Selain itu dapat memperkirakan resiko bahaya yang mungkin terjadi pada konsumen yang berisiko tinggi karena punya penyakit tertentu.

Membaca dan memperhatikan informasi gizi yang tertera pada label kemasan makanan dinilai dapat meningkatkan konsumsi makanan sehat karena kita tahu betul apa yang kita konsumsi nantinya. Berikut beberapa hal yang harus Sahabat Sehat ketahui saat membaca label pada kemasan makanan:

Takaran Penyajian

Takaran saji merupakan estimasi jumlah makanan atau minuman yang biasanya dikonsumsi dalam 1 kali makan atau minum. Namun, takaran saji bukanlah rekomendasi jumlah makanan atau minuman yang harus kamu konsumsi.

Biasanya jumlah takaran saji yang tertera pada urutan atas dan tertulis dalam ukuran cup, buah, dan butir, yang diikuti dengan satuan angka seperti gr, mg, atau kg. Semakin banyak porsi yang Sahabat Sehat konsumsi, tentu jumlah kalori yang masuk dan nutrisi lainnya juga semakin tinggi.

Jumlah Kalori

Untuk mencapai berat badan yang ideal, diperlukan keseimbangan jumlah kalori yang dikonsumsi dan jumlah kalori yang dibuang, misalnya dengan beraktivitas atau berolahraga. Nah, Sahabat Sehat harus mulai teliti akan jumlah kalori yang ada pada label kemasan makanan dan minuman yang akan dibeli.

Jangan sampai diet gagal atau terkena penyakit karena kurang teliti dalam mengatur jumlah kalori yang masuk ke dalam tubuh.

Semisal dalam 1 porsi makaroni keju terdiri atas 250 kalori dan hampir setengahnya (110 kalori) merupakan kalori dari lemak, jika Anda makan secara berlebihan tentu bisa menyebabkan timbunan lemak berlebih di tubuh yang memicu terjadi obesitas.

Kandungan Nutrisi

Sahabat Sehat mendapatkan kalori dan nutrisi dari makanan serta minuman yang dikonsumsi sehari–hari. Namun ada beberapa kandungan tertentu yang sebaiknya Anda batasi asupannya agar tidak memicu obesitas ataupun penyakit berbahaya seperti kolesterol, penyakit jantung, dan diabetes. Teliti baik-baik kandungan nutrisi  seperti:

  • Lemak jenuh.  Tipe lemak ini akan meningkatkan risiko Anda terkena penyakit jantung dan kolesterol tinggi. Untuk orang dewasa sebaiknya batasi konsumsi lemak jenuh kurang dari 20 gr/hari.
  • Lemak trans.  Sama seperti lemak jenuh, lemak trans juga dapat meningkatkan risiko Anda terkena penyakit jantung. Idealnya, lemak trans yang Anda konsumsi adalah 0 gr/hari atau tidak mengonsumsi sama sekali.Namun terkadang pada label makanan meski tertera 0 gr lemak trans, dalam produk makanan tersebut masih mengandung lemak trans kurang dari 0.5 gr/ porsi. Lemak trans dapat ditemui pada margarin, makanan yang digoreng, kue dan berbagai cemilan.
  • Kolesterol.  Untuk kolesterol sebaiknya batasi konsumsinya kurang dari 300 mg/hari. Jika Anda memiliki penyakit jantung, batasi kurang dari 200 mg/hari.
  • Gula.  Selain hal-hal tersebut, pastikan Anda juga membatasi konsumsi gula tambahan ataupun pemanis (tertera sebagai ‘Gula’) di bawah 10% AKG. Tambah pengetahuan Sahabat Sehat untuk mengenali bahan yang dilabeli “gula”, contohnya adalah fruktosa, galaktosa, glukosa, maltodextrin, dan maltosa.

Sekarang Sahabat Sehat sudah tahu cara membaca label nutrisi pada tabel informasi nilai gizi kemasan makanan dan minuman yang kamu beli. Jadi, jangan lupa lagi ya, untuk selalu membacanya supaya nutrisi tertentu tidak dikonsumsi berlebihan ya!

Dengan begitu, kamu bisa meminimalisir risiko efek samping terkena penyakit tertentu hingga keracunan akibat mengonsumsi makanan dan minuman yang kamu beli.