Home » Blog » Gaya Hidup Sehat Melawan Covid-19: Cara Cuci Tangan Yang Benar

Gaya Hidup Sehat Melawan Covid-19: Cara Cuci Tangan Yang Benar

cara cuci tangan yang benar

cara cuci tangan yang benarKetika ada dua warga negara Indonesia yang dinyatakan positif terinfeksi virus corona. Masyarakat bersegera untuk membeli masker dan juga hand sanitizer untuk melindungi diri dari virus yang meresahkan ini.

Dan kini penyebaran virus corona semakin menjadi perhatian banyak orang karena telah merenggut banyak korban jiwa. Namun apakah hanya menggunakan masker dan hand sanitizer mampu melindungi kita dari virus ini?

WHO dan Kementrian Kesehatan Indonesia menyarankan langkah perlindungan dasar diri terhadap virus corona. Langkah pertama yang disarankan adalah dengan cara cuci tangan yang benar dan sesering mungkin serta tetap menjaga kebersihannya.

Langkah ini disarankan karena dengan mencuci tangan sesering mungkin dan menyeluruh dapat membunuh virus yang terdapat di tangan kita. Tak hanya itu cuci tangan adalah salah satu perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) yang sudah sejak dahulu digaungkan oleh pemerintah kala itu untuk menjaga kesehatan.

Bagaimana cara mencuci tangan yang benar

Mencuci tangan masih dianggap hal sepele dan sebagian orang hanya akan membuang waktu mereka. Namun disadari atau tidak, tangan sering kali menjadi sumber kuman, bakteri, hingga virus yang bisa masuk ke tubuh bahkan sarana penularan ke orang lain. Bahkan setiap tanggal 15 Oktober merupakan peringatan Hari Cuci Tangan Sedunia atau Global Handwashing Day, lho.

Menurut WHO dan anjuran Kementrian Kesehatan, mencuci tangan agar bersih membutuhkan waktu sekitar 20 – 30 detik.

Patut disayangkan, karena masih banyak orang yang tahu bagaimana cara cuci tangan yang benar. Simak ulasan berikut cara mencuci tangan yang direkomendasikan WHO.

  1. Basahi kedua tangan mulai dari ujung jari hingga pergelangan tangan dengan menggunakan air bersih yang mengalir.
  2. Tuangkan sabun secukupnya dan balurkan ke kedua tangan hingga ke seluruh permukaan tangan.
  3. Gosok kedua telapak tangan terlebih dahulu
  4. Selanjutnya, gosok punggung tangan secara bergantian. Kemudian gosok sela – sela jemari dari punggung tangan secara bergantian pula.
  5. Pertemukan kembali telapak tangan, lalu gosok kembali sela – sela jemari kedua tangan.
  6. Jangan lewatkan untuk menggosok ibu jari, dengan cara digenggam dan memutar.
  7. Serta bersihkan pula kuku – kuku jemari serta bagian bawahnya jangan lupa.
  8. Gosok tangan setidaknya dalam waktu 20 detik.
  9. Bilas sabun hingga bersih dengan air mengalir yang bersih.
  10. Keringkan tangan menggunakan kain atau handuk yang bersih.

Pastikan sahabat sehat menggunakan sabun yang mengandung formula antiseptik atau antibakteri, seperti produk sabun cuci tangan Sodasan.

Karena produk Liquid Soap Lavender Olive dari Sodasan adalah sabun cair untuk cuci tangan yang terbuat dari minyak zaitun organik dengan formula ringan yang bisa digunakan sehari-hari. Selain itu, sabun dengan kandungan antiseptik lebih efektif membunuh kuman di tangan dibandingkan sabun biasa.

Kesalah mencuci tangan yang harus dihindari

Dengan menerapkan kebiasaan mencuci tangan itu penting apalagi di masa pandemi ini. Namun sayangnya, banyak orang yang masih salah cara cuci tangan yang benar, seperti:

  1. Tidak menggunakan air yang mengalir, misalnya hanya memasukkan tangan ke dalam ember wadah air.
  2. Hanya membasahi tangan dengan air saja.
  3. Mencuci tangan dengan menggunakan sabun biasa. Padahal banyak anjuran dari ahli kesehatan untuk mencuci tangan dengan menggunakan sabun antiseptik.
  4. Hanya menggosok bagian telapak tangan saja, tapi mengabaikan bagian tangan lain.
  5. Mencuci tangan dalam waktu yang singkat dan sebentar. Hal ini tidak sejalan dengan anjuran dokter, untuk mencuci tangan paling tidak selama 20 detik.

Jadi, mulai sekarang sahabat sehat sudah tahu cara cuci tangan yang benar, ya. Mencuci tangan paling tidak selama 20 detik dan gunakan sabun antiseptik. Dan dengan mencuci tangan merupakan gaya hidup sehat dalam melawan pandemi covid-19.

Referensi : WHO