Home » Blog » 7 Tips Agar Tetap Berenergi Selama Puasa

7 Tips Agar Tetap Berenergi Selama Puasa

7 Tips Agar Tetap Berenergi Selama Puasa
Photo by Daria Shevtsova from Pexels

 

Tips Berenergi Selama Puasa – Bulan Ramadan merupakan bulan yang selalu ditunggu oleh setiap umat Islam di dunia. Bukan rahasia umum, bila puasa sering dikaitkan dengan proses detoks tubuh dari racun-racun yang masuk ke dalam tubuh secara alami.

Tubuh akan beradaptasi pada minggu-minggu awal puasa sehingga pasti tubuhmu akan merasa lemas dan lesu. Perubahan pola makan yang semula di waktu pagi, siang, dan malam hari menjadi di waktu dini hari (sahur), maghrib (berbuka), dan malam hari. 

Jika puasamu menjadi mudah lemas, kurang berenergi, dan sulit berkonsentrasi ini berarti tubuh kamu belum beradaptasi dengan perubahan pola makan tersebut.

Kamu juga perlu mencari tahu penyebabnya. Biasanya hal ini terkait dengan pola hidup sebelum berpuasa dan pola makan saat sahur dan berbuka, lho! 

Tips Berenergi Selama Puasa

Walaupun konsumsi makanan sedikit saat berpuasa, hal ini bukanlah alasan untuk malas-malasan, apalagi melupakan makanan sehat.

Orang yang sedang berpuasa cenderung melahap apa saja ketika beduk Magrib tiba. Padahal hal ini bisa merugikan diri kamu, lho! Oleh karena itu, agar kamu tetap berenergi selama berpuasa, kamu bisa melakukan beberapa tips agar tetap sehat dan berenergi selama puasa berikut ini :

Tidur Cukup

Selain menjaga asupan makanan, pengaturan kualitas tidur tetap harus kamu perhatikan. Tetap jaga kualitas tidur selama minimal 7-8 jam setiap harinya, agar proses regenerasi sel tubuh pada saat tidur tetap berjalan dengan baik.

Usahakan untuk tidur lebih cepat dan hindari begadang, sebab kurang tidur akan memengaruhi kinerja otak sehingga menghambat aktivitas kamu nantinya.

Jangan Lupakan Sahur

Cara paling mudah agar tetap berenergi saat puasa adalah dengan tidak melupakan sahur. Sahur sama pentingnya dengan sarapan pagi. Perhatikan asupan nutrisi saat sahur agar badan tidak lemas saat berpuasa.

Makanan saat sahur yang disarankan dalam bentuk smoothies yang mengandung energi tinggi karena merupakan kombinasi dari healthy oil, kacang-kacangan, dan buah atau sayuran yang tinggi vitamin dan serat.

Selain smoothies, kamu juga bisa mengonsumsi makanan seperti beras merah, gandum, dan oat yang membuat kenyang lebih lama.

Asupan makanan yang mengandung serat tinggi berasal dari kurma, biji-bijian, kentang, sayuran dan hampir semua buah terutama aprikot, plum, pepaya dan pisang.

Sedangkan untuk asupan protein bisa kamu dapatkan dari telur, keju, yoghurt atau daging rendah lemak yang membantu menambah energimu sepanjang hari.

Penuhi Kebutuhan Cairan Harian

Untuk memenuhi kebutuhan cairan saat berpuasa, konsumsi 8-12 gelas setiap hari, 4 gelas pada saat buka puasa, 4 gelas pada malam hari dan 4 gelas pada saat sahur.

Selain itu, lebih baik lagi untuk menambahkan air kelapa, air lemon, teh bernutrisi, jus, ataupun smoothies. Hindari juga minuman berkafein karena minuman berkafein bersifat diuretik, yaitu membuat kamu lebih sering berkemih sehingga cairan dalam tubuh cepat hilang.

Makan Secukupnya Saat Berbuka Puasa

Untuk mengatasi lemas saat puasa, aturlah porsi makan yang tepat sesuai dengan kebutuhan tubuh dan nutrisi yang seimbang. Langsung kalap menyantap berbagai cemilan manis ataupun gorengan seringkali menyebabkan perut kembung dan begah. 

Kamu bisa memulainya dengan mengonsumsi jus sayur. Jus sayur sangat disarankan untuk buka puasa karena dapat mengganti nutrisi lebih cepat dengan kandungan nutrisi yang lengkap.

Konsumsi Makanan Alami

Tips berenergi selama puasa sehat berikutnya yang tidak bisa diabaikan adalah mengonsumsi makanan alami saat sahur dan buka puasa. Mengonsumsi makanan alami dipercaya dapat menurunkan risiko penyakit kanker, jantung, dan berbagai penyakit kronis lainnya. Makanan alami yang terlibat adalah makanan yang belum diolah seperti buah-buahan, sayuran, daging sapi atau ayam yang tidak diproses secara kimiawi.

Berolahraga

Puasa bukan berarti kamu bermalas-malasan seharian di kasur. Kamu bisa mulai berolahraga dengan intensitas ringan sampai sedang selama 30-45 menit sebelum mendekati waktu buka puasa. Hal ini dilakukan agar tubuh kamu tetap fit dan berenergi selama berpuasa. 

Berjemur untuk Mendapatkan Suplementasi Vitamin D

Vitamin D terbentuk alami saat kamu kulit terkena sinar matahari. Ini adalah salah satu tips berenergi selama berpuasa yang penting sekali untuk metabolisme dalam tubuh. Terutama untuk menghasilkan energi dan meningkatkan sistem imun.

Nah, ketika kamu rutin melakukannya, kamu mendapatkan manfaat puasa yang lebih optimal, tubuh akan memperbaiki sel-sel yang rusak, hormone insulin seimbang, metabolisme tubuh semakin optimal, proses detoks racun berjalan dan sistem imun meningkat. Jangan lupa penuhi kebutuhan nutrisi seimbang saat puasamu dengan berbelanja di Sesa!

 

Sumber :

  1. Bahammam, A. S., Alaseem, (2013, February). The effects of Ramadan fasting on sleep patterns and daytime sleepiness: An objective assessment. Retrieved May 7, 2020, from NCBI 
  2. Fahrial Syam, A., Suryani Sobur, C. (2016, January 2). Ramadan Fasting Decreases Body Fat but Not Protein Mass. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4895001/
  3. Holick, M. F. (2012, April 1). Evidence-based D-bate on health benefits of vitamin D revisited. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3427198/
  4. Javad Fallah, S. (2010, September). Ramadan fasting and exercise performance. Retrieved May 7, 2020, from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3289179/
  5. Zouhal, H., Saeidi,. (2020, January 21). Exercise Training and Fasting: Current Insights. Retrieved May 7, 2020, from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6983467/