Home » Blog » Ibu Hamil Berdiskusi, 5 Faktor Ini Mempengaruhi Kapan ASI Akan Keluar

Ibu Hamil Berdiskusi, 5 Faktor Ini Mempengaruhi Kapan ASI Akan Keluar

kapan asi akan keluar

Masa kehamilan menjadi salah satu peristiwa dalam hidup yang menyenangkan dan mendebarkan, tidak hanya persiapan kelahiran, mental calon ibu pun harus disiapkan. Proses kehamilan berlangsung sekitar 40 minggu sebelum menjalani proses persalinan. Selama waktu menunggu tersebut, calon ibu akan mengupayakan yang terbaik untuk menyambut buah hati.

Selain menjaga kondisi tubuh agar prima menghadapi persalinan, masa kehamilan menyebabkan perubahan signifikan pada tubuh wanita. Kepekaan mengamati perubahan dibutuhkan untuk mencegah faktor resiko yang tak diinginkan.

Perubahan pada payudara akan tampak signifikan untuk mempersiapkan sumber makanan sang bayi, beberapa ibu muda sedikit dibuat bingung seputar pertanyaan kapan ASI akan keluar.

Usia Kehamilan Berapa ASI Keluar?

Persoalan keluarnya ASI selama periode kehamilan menjadi kekhawatiran bagi beberapa calon ibu, hal tersebut rupanya wajar terjadi. Umumnya pada usia kehamilan 14-22 minggu, ASI yang keluar adalah kolostrum yakni cairan kental tinggi protein untuk melindungi bayi dari infeksi saat awal kelahiran.

Calon ibu tidak perlu khawatir, ASI akan terus diproduksi dan berlanjut hingga masa menyusui. Jika saat usia kehamilan tua dan mendekati persalinan tak kunjung mengeluarkan ASI, ada baiknya berkonsultasi pada dokter dan melakukan beberapa perawatan untuk merangsang keluarnya ASI sebelum bayi lahir.

Faktor Mempengaruhi Kapan ASI Akan Keluar

Ternyata ada beberapa faktor penentu terjadinya ASI keluar, loh. Kenali faktornya dan lakukan tindakan untuk mencegah ASI tidak keluar bahkan setelah bayi lahir.

1. Faktor Hormonal

Hormon sangat mempengaruhi fungsi dan kinerja tubuh, begitu pun pada produksi ASI. Beberapa hormon dapat mempengaruhi keluarnya ASI, spseri berikut ini:

  • Hormon Prolaktin: memproduksi kolostrum atau ASI yang keluar pertama kali dan kaya prolactin, kadarnya dapat menurun menyesuaikan prolactin dalam darah sang ibu
  • Hormon Tiroid: diproduksi oleh kelenjar tiroid untuk mengontrol tubuh memecah makanan menjadi sumber energi. Hormon T3 dan TSH pada ibu dipercaya dapat melindungi bayi dari kemungkinan penyakit hipotiroid

Bila sang ibu memiliki sindrom PCOS atau sindrom ovarium polikistik, gangguab tiroid, diabetes dan hipertensi, kemungkinan besar keluarnya ASI akan terhambat.

2. Permasalahan Pada Payudara

Jika calon ibu pernah melakukan tindakan medis atau kecantikan pada payudara sebelum masa kehamilan, akan beresiko penurunan produksi ASI. Misalnya melakukan operasi plastik agar payudara terlihat simetris atau melakukan tindik payudara.

3. Konsumsi Pil Kontrasepsi

Konsumsi pil kontrasepsi umumnya dilakukan pada masa menyusui, beberapa kasus ibu menyusui mengalami penurunan produksi dan kualitas ASI. Jika ingin segera menggunakan pil kontrasepsi, sebaiknya tunggu hingga usia bayi menginjak 4-5 bulan.

4. Obat-Obatan

Ada banyak obat yang dikontraindikasikan pada ibu hamil dan menyusui karena sebabkan gangguan pada janin, produksi ASI pun menjadi terhambat. Oleh sebab itu, calon ibu harus meminimalisir penggunaan obat pada masa hamil dan menyusui agar dapat memberikan ASI berkualitas untuk buah hati.

ASI merupakan makanan utama sejak bayi lahir untuk menjaga daya tahan tubuh yang masih rentan. Ibu cerdas haruslah memperhatikan kondisi tubuh serta makanan yang dikonsumsi agar tak berdampak buruk pada kualitas ASI.

Menstimulus ASI sejak masa kehamilan jadi cara terbaik untuk mempersiapkan kualitas makanan utama bayi Anda. Penuhi nutisi harian calon ibu dengan produk ASI booster yang aman dan terpercaya. Ibu sehat, ASI lancar!

 

Referensi: Hamil.co.id

Gambar oleh sam moody dari Pixabay