Home » Blog » Sabun Organik vs Sabun Biasa, Mana yang Lebih Baik?

Sabun Organik vs Sabun Biasa, Mana yang Lebih Baik?

sabun organik vs sabun biasa

Produk organik kian hari semakin populer di masyarakat. Keberadaannya mampu menarik perhatian bahkan membelokkan konsumen yang awalnya telah setia pada satu brand tertentu. Produk yang kini paling banyak dicari adalah sabun organik. Konon produk ini digemari karena kandungannya berasal dari bahan alami dan cocok untuk semua jenis kulit, termasuk kulit sensitif.

Di samping dianggap lebih aman, kemunculan produk organik juga didasari dengan isu lingkungan. Ini merupakan added value yang dibawa oleh produk organik karena tidak akan mencemari lingkungan. Jadi, penggunanya dapat merawat diri sekaligus berkontribusi dalam menjaga lingkungan.

Kalau begitu, haruskan sabun biasa ditinggalkan dan beralih ke sabun organik? Sebagai pertimbangan, kamu bisa baca ulasan singkatnya dalam ini terkait sabun organik vs sabun biasa. Dengan begitu, kamu bisa memutuskan apakah tetap menggunakan sabun biasa atau beralih ke produk-produk organik.

Bahan Baku Sabun

Sesuai dengan namanya, sabun organik berarti menggunakan bahan dari alam. Umumnya adalah bahan-bahan tumbuhan. Dengan begitu, sistem kerjanya pun akan alami dan perlahan pada tubuh seseorang. Kandungan kimia yang minim, bahkan tidak ada sama sekali, membuat perubahan terasa secara berkala alias tidak instan.

Berbeda dengan sabun biasa yang kandungan kimianya lebih tinggi. Kebalikan dari sabun organik, kalau pun ada bahan dari tumbuhan biasanya hanya berupa ekstrak saja. Kandungan kimia cepat bereaksi pada tubuh manusia. Jadi, kalau ingin hasil yang cepat, maka sabun biasa bisa dijadikan pilihan.

Fungsi untuk Kulit

Kebingungan seseorang dalam memilih sabun organik vs sabun biasa juga dirasakan ketika memiliki permasalahan kulit tertentu. Tak hanya bagi mereka yang berkulit sensitif, tapi problem lainnya berupa jerawat di punggung atau psoriasis. Orang-orang dengan kondisi seperti ini sangat dianjurkan menggunakan sabun organik karena kulitnya terlindungi dari paparan bahan kimia.

Pada sabun biasa, kombinasi bahan kimia dan parfume dapat memperburuk kondisi kulit mereka. Apalagi jika seseorang tingkat sensitivitasnya sangat tinggi, maka bukan hanya ruam merah dan gatal-gatal saja yang dirasakan. Sensasi panas terbakar kerap muncul dan mengganggu seusai memakai produk tersebut.

Sebenarnya, fungsi dasar sabun itu sama, yakni membersihkan kotoran yang menempel pada tubuh. Hanya saja, antara sabun organik vs sabun biasa disesuaikan pada kondisi dan tujuan si pemakai. Di atas telah dijelaskan tentang kondisi seseorang, namun ada pertimbangan lainnya terhadap kedua jenis sabun ini, yaitu dari tujuannya.

Jangka Waktu Penggunaan Sabun

Kalau tujuan seseorang ingin merawat kulit dalam jangka waktu lama, secara perlahan, serta mencegah penuaan dini, maka gunakan lah sabun organik. Banyak yang membuktikan kalau sabun organik mampu memperbaiki kondisi kulit meskipun membutuhkan proses yang panjang.

Aroma

Namun, jika ingin mendapatkan aroma harum yang kuat, sabun biasa adalah pilihannya. Selain bahan kimia, dalam sabun biasa pun terkandung parfume. Inilah yang akan bekerja dalam waktu lama pada tubuh seseorang. Walau pun saat ini sudah ada sabun organik yang memiliki wewangian, lamanya aroma tersebut tidak akan tercium seperti pada sabun biasa.

Jadi, bagaimana keputusannya? Apakah akan beralih ke sabun organik atau tetap menggunakan sabun biasa? Ingat, beberapa hal yang harus dipertimbangkan adalah:

  • Kondisi kulit saat ini
  • Lamanya waktu untuk melihat hasil yang diharapkan
  • Tujuan memilih produk

Kalau seseorang sudah memahami setidaknya tiga poin di atas, maka tidak akan bingung lagi saat harus membandingkan sabun organik vs sabun biasa. Untuk mendapatkan produk organik terbaik, pilih produk perawatan wajah dan tubuh di sini.

Gambar dari Dr. Bronner Indonesia

Referensi : herstory.co.id