Home » Blog » ZINC Adalah Mineral Esensial, Ketahui Fungsi, dan Berapa Dosis Amannya

ZINC Adalah Mineral Esensial, Ketahui Fungsi, dan Berapa Dosis Amannya

ZINC ADALAH MINERAL ESSENSIAL

Zinc (seng) adalah salah satu mineral esensial atau yang diperlukan oleh tubuh dalam jumlah sedikit, namun memiliki fungsi penting bagi tubuh. Kadar zinc yang rendah di dalam tubuh dapat meningkatkan risiko penyakit.

Zinc mendukung sejumlah fungsi di dalam tubuh manusia. Selain mendukung sistem kekebalan, zinc juga memungkinkan tubuh untuk membuat protein dan DNA, berkontribusi pada penyembuhan luka, dan berperan dalam pertumbuhan dan perkembangan anak.

Tubuh tidak dapat menyimpan kelebihan zinc, sehingga harus didapatkan dari diet sehari-hari. Zinc dapat diperoleh secara alami dari makanan, seperti kacang-kacangan, daging, makanan laut, dan produk suplemen makanan yang diperkaya dengan zinc.

Kelompok usia yang sedang hamil, menyusui, atau mengikuti pola makan vegetarian membutuhkan tambahan zinc dan harus dikonsultasikan dengan dokter.

DAPATKAN ZINC DAN SUPLEMEN KESEHATAN LAINNYA DI SESA.ID

Fungsi Zinc di Dalam Tubuh

Fungsi Zinc adalah biasa digunakan untuk kekurangan seng, diare, dan penyakit wilson. Zinc juga dapat digunakan untuk jerawat, diabetes, anoreksia, luka bakar, dan banyak tujuan lainnya. Terdapat beberapa bukti ilmiah yang mendukung penggunaannya untuk beberapa kondisi ini.

BACA JUGA: 

1. Meningkatkan Kekebalan Tubuh

Tubuh membutuhkan zinc agar sistem kekebalan tubuh bekerja dengan baik. Kadar zinc yang rendah dapat meningkatkan risiko infeksi, seperti: radang paru-paru.

2. Mengobati Diare

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan suplemen zinc untuk bayi yang mengalami diare. Zinc mampu mengurangi gejala diare, terutama bagi orang yang konsumsi makanan nya tidak bergizi seimbang.

3. Penyembuhan luka

Zinc adalah salah satu yang berperan dalam menjaga kesehatan kulit. Orang yang mengalami luka atau bisul dalam waktu yang lama memiliki kadar zinc yang rendah. Suplemen zinc dapat diberikan untuk orang dengan luka persisten.

Beberapa penelitian mencatat bahwa zinc memainkan peran kunci dalam setiap tahap penyembuhan luka, mulai dari perbaikan kulit hingga pencegahan infeksi.

4. Penyakit Kronis

Zinc memiliki sifat antioksidan. Dengan demikian, zat gizi ini dapat membantu mengurangi stres oksidatif. Berbagai hasil riset telah membuktikan bahwa terdapat hubungan antara stres oksidatif dan penyakit kronis, seperti tekanan darah, diabetes, dan aspek lain dari sindrom metabolik.

5. Degenerasi Makula Terkait Usia

Zinc dapat mencegah kerusakan sel di retina, dan dapat membantu menunda perkembangan degenerasi makula terkait usia dan kehilangan penglihatan. Beberapa penelitian telah menemukan bahwa kekurangan zinc dapat berperan dalam degenerasi ini.

6. Kesehatan Seksual

Kadar zinc yang rendah dapat menyebabkan keterlambatan perkembangan seksual, masalah kesuburan, dan masalah kesehatan seksual lainnya pada pria. Zinc sangat penting untuk kesehatan seksual pria karena peran zinc sebagai antioksidan dan penyeimbang hormon.

Kekurangan zinc dapat berdampak negatif namun sahabat sehat perlu mewaspadai terlalu banyak zinc juga dapat menyebabkan keracunan dan dapat berbahaya bagi sperma. Oleh karena itu, penggunaan suplemen zinc untuk kesehatan seksual harus disertai saran dan konsultasi dengan dokter.

7. Osteoporosis

Zinc memainkan peran penting dalam pembentukan dan kesehatan tulang dan dapat membantu mencegah osteoporosis. Namun hasil riset secara ilmiah belum banyak membuktikan apakah suplementasi zinc dapat mencegah atau mengobati kondisi ini, sehingga penelitian lebih lanjut masih diperlukan.

8. Gejala Neurologis

Ada kemungkinan hubungan antara kadar zinc yang rendah dan gejala neurologis. Dari penelitian kecil yang mengamati 63 orang yang mengalami sakit kepala, kesemutan, dan neuropati perifer, terlihat pula gejala kekurangan zinc dan zat gizi mikro lainnya.

Setelah pengobatan untuk kekurangan zat gizi mikro ini, responden penelitian melaporkan perbaikan gejala neurologis mereka. Namun, para peneliti mengakui masih perlunya penelitian lebih lanjut.

9. Belajar dan memori

Beberapa penelitian pada hewan uji coba menunjukkan bahwa zinc dapat meningkatkan fungsi kognitif. Tikus penelitian yang menerima suplemen zinc memiliki kinerja lebih baik dalam tugas-tugas yang melibatkan pemikiran dan memori. Namun, belum ada cukup bukti bahwa zinc dapat meningkatkan memori atau pembelajaran pada manusia.

Asupan zinc efektif beberapa kondisi berikut, yaitu :

1. Orang yang mengalami defisiensi zinc

Asupan zinc melalui oral atau melalui infus membantu mengembalikan kadar zinc pada orang yang kekurangan zinc. Namun konsumsi suplemen zinc secara teratur tidak dianjurkan. Produk infus berisi zinc hanya dapat diberikan oleh tenaga kesehatan.

Gangguan defisiensi zinc (acrodermatitis enteropathica) juga dapat diatasi dengan asupan zinc secara oral.

2. Penderita diare

Asupan zinc secara oral dapat mengurangi durasi dan tingkat keparahan diare pada anak-anak yang kekurangan gizi. Asupan zinc sebanyak 20 mg setiap hari adalah dosis yang paling umum digunakan. Tetapi dosis 5-10 mg juga efektif dan menyebabkan lebih sedikit muntah.

3. Kelainan bawaan

Kelainan bawaan yang menyebabkan tembaga menumpuk di banyak organ (penyakit Wilson) juga dapat diatasi dengan asupan zinc. Zinc dapat memblokir seberapa banyak tembaga yang diserap dan meningkatkan seberapa banyak tembaga yang dilepaskan tubuh.

4. Jerawat

Namun belum ditemukan bagaimana efektivitas zinc dibandingkan dengan obat jerawat seperti tetrasiklin atau minosiklin. Penggunaan zinc ke kulit saja dalam bentuk salep belum sepenuhnya efektif.

5. Penyakit mata

Yang menyebabkan kehilangan penglihatan pada orang lanjut usia (degenerasi makula terkait usia atau AMD). Asupan zinc secara oral, terutama dengan vitamin antioksidan, dapat membantu memperlambat kehilangan penglihatan dan mencegah kehilangan penglihatan terkait usia menjadi lebih parah pada orang yang berisiko tinggi.

6. Attention deficit-hyperactivity disorder (ADHD).

Pada anak-anak, asupan zinc secara oral bersama dengan obat untuk ADHD dapat membantu mengurangi gejala ADHD tertentu.

7. Pertumbuhan anak

Asupan zinc secara oral selama kehamilan dapat membantu meningkatkan pertumbuhan bayi selama tahun pertama kehidupan.

8. Flu biasa

Pelega tenggorokan yang dihisap mengandung zinc glukonat atau zinc asetat yang membantu mempersingkat durasi flu pada orang dewasa. Tetapi belum dibuktikan secara ilmiah apakah zinc membantu mencegah pilek.

9. Depresi

Asupan zinc secara oral bersama dengan antidepresan dapat mengurangi gejala depresi. Pemberian zinc juga membantu pada orang yang tidak menanggapi pengobatan dengan antidepresan saja.

10. Diabetes

Asupan zinc secara oral dapat membantu meningkatkan kontrol gula darah pada sejumlah kecil penderita diabetes.

11. Ruam popok

Pemberian zinc glukonat secara oral kepada bayi dapat membantu menyembuhkan ruam popok. Namun, mengoleskan pasta zinc oksida juga dapat dilakukan.

12. Penyakit gusi yang ringan (gingivitis)

Penggunaan pasta gigi yang mengandung zinc, dengan atau tanpa zat antibakteri, dapat membantu mencegah radang gusi.

13. Bau mulut

Mengunyah permen karet, mengisap permen, atau menggunakan obat kumur yang mengandung zinc dapat mengurangi bau mulut.

14. Luka dingin (herpes labialis)

Penggunaan zinc sulfat atau zinc oksida ke kulit dapat mengurangi durasi dan tingkat keparahan luka dingin.

15. Berkurangnya kemampuan mengecap (hypogeusia)

Asupan zinc secara oral meningkatkan kemampuan mencicipi makanan pada kebanyakan orang yang memiliki kondisi ini.

16. Infeksi kulit yang disebabkan oleh parasit Leishmania (lesi Leishmania)

Asupan zinc sulfat secara oral atau menyuntikkan sebagai solusi untuk lesi membantu menyembuhkan lesi pada orang dengan kondisi ini. Suntikan hanya boleh diberikan oleh tenaga kesehatan.

17. Kusta

Asupan zinc secara oral dalam kombinasi dengan obat anti-kusta dapat membantu mengobati kusta.

18. Sakit maag

Asupan zinc acexamate secara oral dapat membantu mengobati dan mencegah sakit maag.

19. Pneumonia

Asupan zinc secara oral dapat membantu mencegah pneumonia pada beberapa anak. Tetapi tidak dapat membantu anak-anak yang sudah menderita pneumonia.

20. Luka baring (pressure ulcers)

Penggunaan pasta zinc ke kulit dapat membantu menyembuhkan luka baring. Penggunaan zinc juga dapat dilakukan bersama dengan asupan vitamin C dan arginin.

21. Penyakit sel sabit

Asupan zinc secara oral dapat membantu mengurangi gejala penyakit sel sabit pada orang dengan kekurangan zinc.

22. Kutil

Penggunaan salep zinc sama efektifnya dengan pengobatan konvensional untuk menyembuhkan kutil. Asupan zinc sulfat juga dapat dilakukan untuk kondisi ini.

Zinc dan COVID-19

Beberapa peneliti telah menyarankan bahwa mencukupi kadar zinc sesuai kebutuhan tubuh dapat memberikan perlindungan terhadap COVID-19. Zinc membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Orang yang mengalami defisiensi zinc memiliki risiko yang lebih tinggi terhadap berbagai infeksi, termasuk pneumonia.

Penting untuk dicatat, meskipun zinc dapat meningkatkan kesehatan dan kemampuan seseorang secara keseluruhan untuk melawan penyakit, saat ini tidak ada bukti bahwa zinc dapat mencegah atau mengobati COVID-19. Selain itu, beberapa produk zinc dapat menyebabkan hilangnya penciuman secara permanen.

Kebutuhan Zinc

Asupan zinc yang cukup sangat penting bagi anak-anak karena berperan dalam pertumbuhan dan perkembangan. Berikut adalah angka kecukupan gizi untuk zinc sesuai Peraturan Menteri Kesehatan No 28 Tahun 2019

Usia Laki-laki Perempuan
0–5 bulan 1,1 mg
6–11 bulan 3 mg
1-3 tahun 3 mg
4–6 tahun 5 mg
7–9 tahun 5 mg
10–12 tahun 8 mg 8 mg
13-15 tahun 11 mg 9 mg
16–18 tahun 11 mg 9 mg
19 tahun ke atas 11 mg 8 mg

Selama kehamilan dan menyusui, asupan zinc yang lebih tinggi diperlukan, karena bayi baru lahir hingga berusia 6 bulan memperoleh zinc melalui ASI. Ibu hamil memerlukan tambahan zinc sebanyak 2-4 mg/hari, sedangkan ibu menyusui memerlukan tambahan zinc sebanyak 5 mg/hari.

Sumber zinc

Beberapa Makanan Sumber zinc meliputi:

  • kacang polong
  • daging
  • ikan
  • makanan laut
  • sereal gandum utuh
  • produk susu
  • beberapa makanan yang diperkaya zinc

Jika sahabat sehat sedang menjalankan plant based diet, direkomendasikan untuk mengkonsumsi suplementasi zinc. Hal ini dikarenakan zinc yang terdapat dari makanan tersebut lebih sulit untuk diserap.

Suplemen

Suplemen Zinc tersedia dalam bentuk kapsul, tablet, krim, salep, dan cair. Orang dewasa berusia 19 tahun ke atas yang menggunakan suplemen zinc harus berhati-hati untuk mengonsumsi tidak lebih dari 40 mg per hari. Terlalu banyak asupan zinc dapat menyebabkan beberapa masalah kesehatan.

zinc gluconate 50mg 100 tabs 1

NOW ZINC Suplemen

Kekurangan Zinc

Kekurangan zinc dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan, termasuk:

  • keterlambatan pertumbuhan pada anak
  • kehilangan nafsu makan
  • perubahan rasa
  • risiko infeksi yang lebih tinggi
  • masalah kesuburan
  • diare
  • masalah penyembuhan luka
  • lesi mata dan kulit
  • masalah dengan pemikiran

Kekurangan zinc biasanya disebabkan oleh konsumsi pangan yang tidak mencukupi, tetapi juga dapat disebabkan oleh malabsorpsi dan penyakit kronis seperti: diabetes, kanker, penyakit hati, dan penyakit sel sabit.

Toksisitas Zinc

Zinc memiliki banyak manfaat kesehatan, tetapi mengkonsumsi terlalu banyak zinc dapat berbahaya. Kemungkinan efek samping jika berlebihan dalam mengkonsumsi zinc diantaranya adalah :

  • mual dan muntah
  • kehilangan nafsu makan
  • sakit perut
  • sakit kepala
  • diare

Asupan zinc berlebihan juga dapat menyebabkan:

  • penurunan kadar tembaga
  • perubahan fungsi besi
  • penurunan fungsi kekebalan tubuh
  • penurunan kadar kolesterol HDL
  • masalah urogenital
  • Zinc juga dapat berinteraksi dengan antibiotik dan diuretik.


https://www.medicalnewstoday.com/articles/263176#summary

https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-982/zinc

Sumber Gambar :

Health.grid.id

Liputan6.com

Klik dokter.com

id.theasianparent.com