fbpx
Skip to content
Home » Blog » Rupanya Ini 7 Kandungan Utama Bahan Sabun Cuci Piring, Amankah?

Rupanya Ini 7 Kandungan Utama Bahan Sabun Cuci Piring, Amankah?

bahan sabu cuci piring

Sahabat sehat sering mengalami kulit kering hingga kemerahan dan gatal setelah mencuci piring? Sabun cuci bisa jadi pemicunya, loh. Bahan sabun cuci piring banyak memanfaatkan zat kimia untuk memberikan hasil bersih maksimal saat mencuci. Oleh sebab itu, penting mengenal kandungan utamanya dan mencegah timbulnya iritasi.

Kini, semakin canggihnya teknologi, produsen sabun berlomba menemukan bahan alami sebagai zat aktif yang tidak mengiritasi kulit, tapi tetap memberikan hasil bersih optimal. Yuk, pelajari bersama disini!

7 Kandungan Bahan Sabun Cuci Piring

Memahami kandungan bahan pada sabun akan mempermudah Sahabat sehat menemukan produk yang cocok agar kesehatan kulit tangan tetap terjaga.

  1. NaOH, menjadi bahan baku utama selain lemak dan minyak pada sabun. NaOH akan membentuk basa kuat saat dilarutkan ke dalam air Fungsinya menghasilkan gliserol dan garam lemak (sabun). Namun, dibalik fungsinya, ternyata paparan NaOH terus-menerus menyebabkan masalah kulit, mata, gangguan inhalasi dan korosif jika tertelan.
  2. LABS atau Linear Alkyl Benzene Sulfonate, merupakan bahan kimia berbentuk cair, berwarna cokelat muda dan menjadi komponen utama sabun selain NaOH.
  3. Garam menjadi satu-satunya bahan alami yang digunakan mengentalkan sabun cuci.
  4. Emal 70, berbentuk pasta untuk menghasilkan lebih banyak busa tapi tidak membuat kulit kasar, harganya yang relatif tinggi, membuat pemakaiannya sangat jarang ditemukan pada beberapa produk sabun cuci, jika ada pun pasti konsentrasinya kecil.
  5. Bahan Pengisi, satu diantaranya ialah SLS atau Sodium Lauryl Sulphate, fungsinya memperbanyak atau memperbesar volume busa. Dampak negatifnya yakni kulit kering dan mudah iritasi.
  6. Bahan Penunjang (Builder), salah satunya soda abu atau soda ash, berbentuk bubuk putih. Bahan ini tidak boleh berada dalam sabun cuci dengan kadar tinggi, sebab meninmbulkan efek samping seperti rasa panas di tangan saat mencuci.
  7. Bahan Tambahan, bahan ini ditambahkan untuk memberikan efektifitas lebih dalam sabun cuci, seperti pewangi dan pewarna. Namun, bahan-bahan tersebut justru memicu iritasi pada jenis kulit sensitif.

Ikuti 3 Tips Merawat Kulit Sensitif

Jika kulitmu sangat sensitif, selain memperhatikan bahan sabun cuci piring, tentunya butuh melakukan perawatan agar terhindar dari penyakit kulit serius. Berikut tips mudah dan cepat untuk Sahabat sehat!

1. Gunakan Lotion

Setelah mencuci piring, gunakan pelembap kulit atau lotion. Cara ini paling ampuh jika kulit mulai terasa gatal dan kering. Ditambah lagi sayang bila harus membuang sabun cuci dan memilih menghabiskannya dulu sebelum membeli produk baru yang tidak mengiritasi kulit.

2. Banyak Minum Air Putih

Tips satu ini cukup sering kita dengar, nyatanya air putih memegang peranan penting untuk menghidrai kulit, sehingga tidak memperparah kondisi kulit setelah terpapar sabun cuci.

3. Segera Ganti Produk

Jika Sahabat sehat mendapatkan masalah serius dengan kulit tangan disebabkan seringnya aktivitas mencuci piring, tentunya menjadi suatu keharusan untuk segera mengganti produk dengan bahan sabun cuci piring minim kandungan bahan kimia seperti Sodasan.

Mengapa Sodasan? kecanggihan formulasinya, menjadikan bahan aktif dibuat secara alami dari ekstrak minyak tumbuh-tumbuhan. Tidak mengandung bahan kimia, pengharum sintetis dan pewarna buatan, bahkan aman bagi lingkungan dan kesehatan konsumen.

Produk satu ini telah dipercaya puluhan tahun memberikan dampak positif bagi bumi dengan mengurangi limbah rumah tangga pemicu rusaknya lapisan ozon.

 

Referensi : blibli.com

Gambar oleh 国明 李 dari Pixabay