Home » Blog » 6 Tempat Penyimpanan Yang Menentukan Berapa Lama ASI Bertahan Setelah Dipompa

6 Tempat Penyimpanan Yang Menentukan Berapa Lama ASI Bertahan Setelah Dipompa

berapa lama asi bertahan setelah dipompa

ASI menjadi makanan pokok bagi bayi yang wajib dipenuhi agar tumbuh kembangnya tidak terhambat, ibu harus selalu siaga akan kondisi tersebut. Namun, tidak sedikit ibu karir dengan segala aktivitas yang padat tidak sanggup menjadi ibu siaga. Pompa ASI menjadi jawaban atas keresahan ibu karir.

Muncul pertanyaan baru mengenai ketahanan ASI setelah dipompa, cara penyimpanan yang tepat hingga batas waktu konsumsi. Tidak perlu khawatir, kini ada beberapa cara tepat menyimpan ASI setelah dipompa.

Ketahanan ASI didasarkan pada faktor penyimpanan dan suhu, berikut beberapa tempat penyimpanan ASI yang harus diperhatikan.

Penyimpanan Suhu Ruang

Suhu ruangan umumnya berkisar 16 hingga 30 derajat Celcius yang artinya suhu dalam kondisi normal. ASI yang disimpan dalam suhu normal mampu bertahan selama 8 jam tergantung kondisi ASI sebelum atau sesudah pompa.

ASI segar setelah proses pompa tahan selama 3 hingga 4 jam, ASI beku yang dicairkan mampu bertahan 4 jam, sedangkan ASI yang sudah dihangatkan harus segera diminumkan, dan ASI yang sudah diminum hanya bertahan 1 jam (segera buang bila tersisa).

Penyimpanan Cooler Bag

Jika Sahabat sehat sedang bepergian dan membawa buah hati, cooler bag menjadi ‘senjata’ untuk menjaga kualitas ASI yang telah dipompa sebelumnya. Penambahan es batu suhu 4 hingga 15 derajat Celsius membantu kondisi dalam cooler bag tetap dingin.

ASI segar bertahan selama 24 jam, tidak disarankan memberi ASI yang sudah dihangatkan, bila ASI telah diminum dan bersisa, sebaiknya dibuang.

Penyimpanan Lemari Pendingin

Suhu lemari pendingin umumnya 0 hingga 4 derajat celcius, suhu rendah tersebut mampu membuat ASI bertahan hingga maksimal 8 hari setelah pompa. Sahabat sehat perlu memperhatikan kondisi ASI sebelum penyimpanan dalam lemari pendingin.

ASI segar bertahan 3 hingga 8 hari tergantung kebersihan dalam lemari pendingin, ASI beku yang dicairkan tahan 24 jam, ASI yang sudah dihangatkan bertahan hanya 4 jam, bila ASI telah diminum dan bersisa sebaiknya dibuang.

Penyimpanan Freezer, Lemari Es Satu Pintu

Suhu freezer akan jauh lebih rendah dibandingkan bagian lain dalam lemari pendingin. Suhu rendah mencapai minum 15 derajat celcius rupanya sangat efektif untuk ketahanan ASI. Suhu rendah akan menghambat pertumbuhan bakteri, sehingga kualitas ASI tetap terjaga.

ASI segar bertahan hingga 2 minggu, ASI beku yang dicairkan atau dihangatkan harus segara dihabiskan dan tidak diperkenankan dibekukan kembali. Sedangkan ASI yang tersisa saat diminumkan harus dibuang.

Penyimpanan Freezer, Lemari Es Dua Pintu

Beda spesifikasi, beda pula tingkat dinginnya. Hal tersebut patut dipertimbangan ibu menyusui bila ingin menyimpan ASI dalam freezer lemari pendingin. ASI yang tersimpan dalam freezer lemari es dua pintu memiliki masa ketahanan lebih lama, yakni 3 hingga 6 (ASI segar) bulan karena suhu mencapai minum 18 derajat celcius.

ASI beku yang sudah dicairkan, dihangatkan atau tersisa sebaiknya dibuang dan tidak dibekukan kembali untuk menghindari resiko ASI tercemar bakteri.

Penyimpanan Freezer Tunggal

Freezer tunggal tentunya lebih dingin dibandingkan lemari pendingin karena spesifikasi khususnya. Umumnya bersuhu lebih dari minus 18 derajat celcius, sehingga ibu menyusui dapat memanfaatkan sebagai tempat penyimpanan ASI dengan ketahanan mencapai 12 bulan untuk ASI segar.

Sahabat sehat tentunya paham cara menentukan berapa lama ASI bertahan setelah dipompa, saatnya memaksimalkan kualitas ASI dengan booster yang bisa didapatkan di SESA.ID.

Referensi : mommyasia.id

Photo by Keira Burton from Pexels