fbpx
Skip to content
Home » Blog » Inilah 10 Gejala Kanker Otak pada wanita

Inilah 10 Gejala Kanker Otak pada wanita

gejala kanker otak pada wanita

Kanker otak terdiri dari dua jenis, yaitu: tumor primer, yang dimulai di otak dan jarang menyebar; dan tumor sekunder, yang dimulai di tempat lain tubuh (biasanya paru-paru atau payudara) dan menyebar ke otak. Seiring waktu, kanker otak dapat berdampak pada sel-sel otak di sekitarnya dan dapat mengganggu fungsi otak. Lalu bagaimana gejala kanker otak pada wanita berikut 10 tanda tanda yang bisa sahabat sehat perhatikan.

Baik tumor otak yang bersifat ganas atau jinak, memiliki kemungkinan untuk menyebar ke seluruh otak dengan cepat. Itulah sebabnya tumor ganas memerlukan perawatan agresif, biasanya termasuk pembedahan, radiasi, dan/atau kemoterapi.

Gejala yang timbul pada pasien dengan kanker otak tergantung dari lokasi dan tingkat pertumbuhan tumor. Kombinasi gejala yang sering ditemukan adalah peningkatan tekanan intrakranial (sakit kepala hebat disertai muntah), defisit neurologis yang progresif, kejang, dan penurunan fungsi kognitif.

Kanker otak juga sering menyerang wanita dengan berbagai faktor risiko, seperti: usia, paparan radiasi, dan riwayat keluarga dan kondisi genetik.

Wanita seringkali harus menyeimbangkan banyak peran, termasuk profesi mereka, mengelola rumah tangga, membesarkan anak, dan merawat orang lain. Diagnosis dan pengobatan tumor otak diperlukan dengan pendekatan tertentu agar semua peran yang dimiliki dan pengobatan dapat berlangsung dengan baik.

DAPATKAN SUMBER BAHAN MAKANAN SEHAT DARI SESA.ID

Gejala Kanker Otak pada wanita

Berikut adalah 10 gejala kanker otak pada wanita yang perlu sahabat sehat ketahui.

  1. Sakit Kepala

Sakit kepala akibat kanker otak bisa disebabkan akibat interaksi langsung tumor terhadap reseptor nyeri di sekitarnya. Gejala klinis nyeri biasanya bersifat lokal atau radikular ke sekitarnya, yang disebut nyeri neuropatik. Sakit kepala pada tumor otak biasanya muncul dengan tanda-tanda dan gejala neurologis seperti kejang, mual/muntah, perubahan kepribadian, papiledema, penglihatan kabur, dan defisit neurologis lainnya.

Perubahan karakter sakit kepala, gejala sakit kepala yang baru dirasakan, atau gejala memberatnya intensitas maupun frekuensi sakit kepala harus diwaspadai karena kemungkinan adanya penyebab kanker otak.

Sakit kepala karena kanker otak didefinisikan sebagai sakit kepala yang disebabkan neoplasma intrakranial dengan karakteristik progresif, lebih buruk di pagi hari, dan diperparah oleh manuver Valsava. Sakit kepala ini digambarkan sebagai nyeri hebat, lebih buruk di pagi hari, dan disertai dengan mual dan muntah.

Oleh karena itu, jika mengalami sakit kepala parah yang disertai mual atau muntah maka harus diperiksa ke dokter sesegera mungkin.

banner makanan sehat dan bergizi

  1. Kejang

Epilepsi merupakan gejala yang sering ditemukan pada pasien kanker otak. Tiga puluh persen pasien kanker otak akan mengalami kejang sebagai gejala awal. Kejang terjadi pada 8 dari setiap 10 orang (hingga 80%) dengan tumor otak. Penderita dapat mengalami sentakan atau kedutan pada tangan, lengan, atau kaki. Kejang juga dapat mempengaruhi seluruh tubuh.

BACA JUGA: Gejala Kanker Otak yang Harus Diwaspadai

  1. Mual Ekstrim

Terdapat banyak alasan mengapa mual dapat terjadi, namun mual yang terus-menerus tanpa penjelasan yang jelas adalah tanda bahaya. Mual dan muntah merupakan kondisi umum yang bisa dialami oleh siapa saja dan kapan saja. Artinya, saat mual dan muntah, bukan berarti sahabat sehat sedang mengidap kanker otak.

Saat tumor otak tumbuh menjadi lebih besar dan menguasai ruang-ruang yang ada di dalam kepala, akan terjadi tekanan di dalam tengkorak yang dapat menyebabkan rasa mual. Selain itu, kadar hormon yang berubah karena tumor juga dapat menimbulkan mual.

Kondisi ini dapat muncul saat tumor terbentuk di salah satu area kepala tertentu, contohnya serebelum (otak kecil) yaitu bagian otak yang mengatur keseimbangan. Jika tumor menekan serebelum, akan muncul rasa mual dan pusing. Sama halnya saat tumor menekan batang otak yang dapat menyebabkan pandangan berbayang sehingga terasa mual.

  1. Masalah Penglihatan

Tumor otak dapat menyebabkan penglihatan kabur, penglihatan ganda, dan kehilangan penglihatan, atau bahkan menyebabkan bentuk atau bintik-bintik mengambang. Namun, mengingat tumor otak tergolong jarang terjadi, bisa saja gejala yang muncul bukan ciri dari kondisi ini.

Perubahan pada penglihatan pasien bisa terjadi karena cakram optik, yang terletak di belakang kepala, membengkak. Hal tersebut bisa disebabkan karena peningkatan tekanan pada tengkorak. Padahal, cakram optik ini adalah titik pada retina yang menjadi jalur dari saraf optik masuk ke dalam mata melalui otak.

Pembengkakan pada cakram optik bisa disebabkan oleh beberapa kondisi, tapi jika penyebabnya adalah tekanan di dalam tengkorak, kondisi ini disebut papiloedema. Terjadinya papiloedema tergantung pada lokasi dan ukuran dari tumor.

Pada tumor otak, gejalanya terkadang bergantung pada area otak di mana tumor itu berada. Jika tumor berada di belakang mata, hal ini dapat membahayakan penglihatan. Penderita kanker otak biasanya merasakan penglihatan yang semakin memburuk atau kehilangan kemampuan untuk melihat dari sudut mata.

banner ayam kampung

  1. Kurangnya keseimbangan

Kanker otak di area lain di otak juga dapat menimbulkan gejala secara fisik, dan seringkali dapat hilang keseimbangan dan kontrol motorik. Kehilangan keseimbangan dan kesulitan dengan keterampilan motorik halus dikaitkan dengan tumor di otak kecil.

BACA JUGA: Berikut 9 Ciri Ciri Kanker Payudara dan Faktanya pada Stadium Awal

  1. Gangguan sistem reproduksi

Wanita yang menderita kanker otak biasanya akan mengalami masalah gangguan sistem reproduksi. Terjadinya perubahan periode menstruasi merupakan salah satu dari gejala ini. Kelenjar pituitari yang ada di bagian dasar otak juga dapat terganggu oleh kanker.

Akibatnya, kelenjar ini akan bekerja berlebihan yang dapat membuat kesuburan wanita terganggu. Wanita penderita kanker otak memiliki kemungkinan untuk sulit hamil atau memberikan ASI pada bayi yang baru dilahirkan. Perubahan periode menstruasi,

  1. Perubahan kepribadian

Lobus frontal adalah area otak yang mengontrol kepribadian, sehingga kanker otak benar-benar dapat mengubah penderita menjadi orang dengan kepribadian berbeda jika pada bagian lobus frontal terdapat tumor.

  1. Kelelahan

Fungsi otak yang rusak akibat kanker otak dapat menyebabkan kelelahan pada penderitanya. pengidap kanker otak dapat tertidur di tengah hari dan kehilangan kemampuan untuk fokus. Kelelahan juga dapat membuat pengidap kanker otak mudah tersinggung.

Penderita kanker otak lebih mudah mengantuk karena peningkatan tekanan intrakranial dapat menurunkan suplai darah ke otak.

  1. Nafsu makan berkurang

Orang yang divonis kanker akan mengalami ketakutan, kecemasan, dan stres yang merangsang hormon katekolamin, yaitu hormon yang dapat menurunkan nafsu makan (anoreksia). Penurunan nafsu makan akan diikuti dengan penurunan berat badan drastis yang berujung pada kejadian kakeksia, yakni ketidakseimbangan antara asupan gizi dengan kebutuhan zat gizi yang meningkat.

Kakeksia yang berkepanjangan akan menyebabkan malnutrisi. Sebanyak 20–50% penderita kanker mengalami masalah gizi, salah satunya adalah malnutrisi. malnutrisi pada penderita kanker selain akibat penyakit kanker itu sendiri, juga merupakan efek samping dari terapi medis yang dijalani.

  1. Gangguan kognitif

Gangguan kognitif dapat merupakan soft sign atau gejala awal pada kanker otak, khususnya pada tumor glioma derajat rendah, limfoma, atau metastasis. Fungsi kognitif juga dapat mengalami gangguan baik melalui mekanisme langsung akibat destruksi kognitif oleh kanker otak, maupun mekanisme tidak langsung akibat terapi, seperti operasi, kemoterapi, atau radioterapi.

Perubahan dalam bicara, pendengaran, memori, atau keadaan emosional, seperti agresivitas dan masalah memahami atau mengambil kata-kata dapat berkembang dari tumor di lobus frontal dan temporal otak besar.

https://www.womenshealthmag.com/health/a19994135/brain-cancer-symptoms/

https://journal.ugm.ac.id/bns/article/viewFile/54989/27333

http://kanker.kemkes.go.id/guidelines/PPKOtak.pdf

https://www.alodokter.com/kanker-otak/gejala

neurology.duke.edu/about/news/neurology-and-womens-health-brain-tumors

 

Sumber Gambar :

sesa.id

pexels.com