Home » Blog » Mengenal Kulit Manusia dan Sistem Penyerapan Kulit

Mengenal Kulit Manusia dan Sistem Penyerapan Kulit

kulit manusia

Kulit menjadi bagian tubuh dengan fungsi utama melindungi bagian organ dalam dari paparan luar. Kulit manusia menjadi organ terbesar di tubuh, maka dari itu penting mengetahui sebab gangguan pada kulit untuk meminimalisir masalah kesehatan lainnya.

Kulit pada manusia diciptakan memiliki banyak peran, tidak hanya pelindun tubuh, ternyata kulit mampu menyerap beberapa sumber alami atau kimia, loh! Sahabat sehat yang bijak harus menyadari hal tersebut dan siap mencegahi dengan cara yang tepat.

Mengenal Struktur Kulit Manusia

Kulit pada manusia terdiri dari tiga lapisan, yaitu epidermis sebagai pelapis paling luar. Kedua, dermis atau kutis sebagai lapisan kedua, mengandung serat kolagen dan elastis, bertugas memberikan nutrisi ke epidermis lewat pembuluh kapiler Terakhir, tela subkutanea atau hypodermis atau subkutis yang melekat ke struktur dasar untuk menyimpan cadangan kalori.

Sistem Penyerapan Pada Kulit Manusia

Sudah tahukah Sahabat sehat, jika kulit mampu menyerap banyak hal? Jika belum, mari simak bersama sumber yang mudah terserap oleh kulit, berikut ini:

1. Oksigen

Kulit nyatanya mampu ‘bernafas’ atau memiliki sistem respirasi, kulit akan menyerap oksigen lebih banyak dari aliran darah. Secara ajaib, kulit juga akan melepaskan karbondioksida yang keluar melalui aliran darah manusia. Kecepatan penyerapan oksigen pun berbeda-beda, tergantung dari faktor lingkungan seperti suhu, cuaca, kelembapan udara. Faktor dari dalam seperti tekanan gas dalam darah, kecepatan alir darah, penyakit kulit, usia, hormon dan nutrisi tubuh.

2. Sinar Ultra Violet (UV)

Tidak dapat dipungkiri jika matahari menjadi sumber kehidupan dengan segala manfaat yang diberikan untuk kelangsungan hidup. Demikian halnya dengan kulit, membutuhkan sinar matahari untuk pembentukan vitamin D. Namun, radiasi sinar UV yang berasal dari matahari mengakibatkan kerusakan pigmen kulit bila paparan berlangsung lama dan terus-menerus.

Berdasarkan penelitian oleh Baumann di New York menguatkan fakta bahwa kulit menyerap sinar matahari dengan memproduksi melanin yang digunakan sebagai pelindung inti sel agar tidak terjadi mutasi DNA dan kanker kulit.

3. Produk Berbahan Kimia

Produk berbahan kimia disamping memberikan sejumlah manfaat, nyatanya memiliki beberapa efek samping bagi kondisi tertentu penggunanya. Tak terkecuali produk kosmetik dengan bahan dasar kimia. Kemajuan formulasi suatu produk kecantikan rupanya harus diperhatikan, pasalnya tidak semua jenis kulit cocok dengan bahan kimia yang terkandung.

Apa saja bahan kimia yang harus dihindari untuk mencegah iritasi?

Oxybenzene: bahan kimia ini mudah terserap kulit dan masuk ke pembuluh darah, menyebabkan alergi hingga gangguan kesehatan seperti endometriosis pada wanita dan menurunkan produksi sperma pada pria.

Phthalates: kandungan kimia ini banyak ditemukan pada produk sabun, shampoo, hair spray dan cat kuku. Efek sampingnya berupa gangguan reproduksi wanita maupun pria, dan kecacatan janin saat lahir.

Formaldehyde: menurut IARC atau International Agency on Research on Cancer mengungkapkan fakta bahwa formaldehyde merupakan zat kimia karsinogen penyebab kanker pada manusia.

Fragrance: merupakan pewangi sintesis terbuat dari berbagai macam zat kimia diantaranya phthalates, ethylene dioxide yang menyebabkan hormon terganggu.

4. Produk Berbahan Alami

Produk berbahan dasar alami sangat cocok digunakan sebagai zat aktif dalam produk kecantikan. Disamping keamanan, efektivitas yang diberikan sangat natural, hasilnya kulit menjadi sehat dan ternutrisi.

Kini, produsen kosmetik menggaungkan produk berbahan alami dan berbasis vegan yang tentunya ramah lingkungan. Giliran Sahabat sehat untuk mulai memperhatikan kesehatan kulit dengan memilih produk perawatan tubuh yang tepat dan berbahan alami di SESA.ID

 

Referensi : Womantalk

Gambar oleh cm_dasilva dari Pixabay