Home » Blog » Suplemen Ibu Hamil

Suplemen Ibu Hamil

Suplemen Ibu Hamil

Masa kehamilan termasuk ke dalam masa 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Pada masa ini, ibu hamil perlu mendapatkan asupan gizi yang cukup agar tumbuh kembang janin dapat optimal dan sebagai persiapan untuk memproduksi ASI. Suplemen dan vitaminsebagai  pelengkap asupan zat gizi yang tidak memadai atau berlebihan selama kehamilan menyebabkan beberapa masalah kesehatan seperti kelainan bawaan, prematur atau keguguran, dan keterlambatan proses pertumbuhan dan perkembangan janin.

Selama kehamilan, salah satu upaya penting dalam menjaga kesehatan ibu dan janin adalah menjaga kenaikan berat badan selama hamil. Zat gizi makro (karbohidrat, protein, dan lemak) maupun zat gizi mikro (vitamin dan mineral) harus tersedia dalam diet ibu sehari-hari. Berikut ulasan terkait zat gizi tersebut.

DAPATKAN KEBUTUHAN SEHAT IBU HAMIL DI SESA.ID

Nutrisi untuk Ibu Hamil

  1. Karbohidrat

Karbohidrat diperlukan ibu hamil sebagai sumber energi dan serat bagi kesehatan tubuh. Sebanyak 1 gram karbohidrat menghasilkan 4 kkal energi. Ibu hamil membutuhkan tambahan karbohidrat sebanyak 25 g/hari pada trimester pertama dan 40 g/hari pada trimester kedua dan ketiga. Asupan energi harian disumbang oleh karbohidrat sebesar 60%.

  1. Protein

Protein merupakan bahan penyusun sel yang mengandung asam amino. Zat gizi ini sangat diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan janin. Sebanyak 10-11% energi harian dipenuhi dari asupan protein yang 1 gram-nya menghasilkan 4 kkal energi. Protein adalah simpanan energi tertinggi di dalam tubuh setelah jaringan lemak.

Selama kehamilan, protein secara fungsional dibutuhkan untuk pertumbuhan janin, perkembangan plasenta, pembentukan cairan amnion, peningkatan volume darah ibu dan pertumbuhan jaringan ibu. Oleh karena itu, permintaan tubuh ibu hamil terhadap protein akan meningkat selama kehamilan.

BACA JUGA: 

Kebutuhan protein digunakan untuk pembentukan dan perbaikan jaringan sebagai berikut: janin (42%) diikuti organ reproduksi dalam wanita (17%), darah (14%), plasenta (10%), dan payudara (8%). Sepanjang kehamilan, rahim dan darah ibu relatif kaya protein daripada lemak atau makromolekul lainnya. Jumlah tambahan asupan protein yang harus didapatkan oleh wanita hamil adalah 1 g/hari pada trimester pertama, 10 g/hari pada trimester kedua, dan 30 g/hari pada trimester ketiga.

  1. Lemak

Lemak adalah senyawa organik yang tersusun dari asam lemak dan gliserol. Lemak diperlukan karena kelebihan energi dalam tubuh disimpan sebagai jaringan lemak. Sebanyak 1 g lemak menghasilkan 9 kkal energi di dalam tubuh. Sebanyak 20-30% energi harian harus disediakan dari lemak.

Selain menyediakan energi, lemak memodifikasi penggunaan vitamin yang larut dalam lemak (A, D, E dan K) di dalam tubuh. Selain itu, asupan beberapa asam lemak juga berkaitan dengan pertumbuhan dan kesehatan kulit. Lemak adalah zat gizi penting yang menawarkan asam lemak esensial yang diperlukan untuk aktivitas otak dan sistem pusat janin. Jumlah tambahan asupan lemak yang harus didapatkan oleh wanita hamil adalah 2,3 g/hari.

  1. Vitamin dan Mineral

Vitamin dan mineral adalah zat organik esensial yang diperlukan untuk metabolisme dalam tubuh dan mempertahankan tubuh dalam keadaan sehat. Vitamin dapat diperoleh dari konsumsi pangan sehari-hari, maupun dapat disintesis sebagian di dalam tubuh. Zat gizi ini hanya diperlukan dalam jumlah sedikit oleh tubuh, namun memiliki manfaat yang sangat besar. Fungsi utamanya adalah bertindak sebagai katalis dalam reaksi pelepasan energi dari karbohidrat, protein, dan lemak.

Vitamin terbagi menjadi 2 kelompok, yaitu larut dalam lemak dan larut dalam air. Ada vitamin yang larut dalam lemak terdiri dari vitamin A, vitamin D, vitamin E, dan vitamin K. Dan ada juga vitamin yang larut dalam lemak umumnya disimpan di hati. Vitamin tersebut tidak menyebabkan gejala kekurangan vitamin meskipun dikonsumsi dalam jumlah yang sedikit untuk sementara waktu.

Ekskresi urin dari vitamin yang larut dalam lemak sebagian besar terbatas. Sementara itu untuk vitamin yang larut dalam air terdiri dari vitamin B dan vitamin C. Vitamin yang larut dalam air tidak dapat disimpan banyak di dalam tubuh, sehingga vitamin tersebut harus sering dikonsumsi dalam jumlah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Vitamin ini juga mudah dikeluarkan dari tubuh melalui ekskresi urin.

Kebutuhan zat gizi mikro selama kehamilan akan meningkat karena perubahan fisiologis ibu, sehingga suplementasi vitamin diperlukan jika konsumsi pangan sehari-hari kurang memadai. Pertumbuhan dan perkembangan janin salah satunya bergantung pada asupan vitamin ibu. Beberapa mikronutrien diberikan ibu ke bayi melalui plasenta, sehingga defisiensi pada ibu menyebabkan defisiensi pula pada janin dan bayi baru lahir.

Dalam beberapa penelitian, kekurangan vitamin selama kehamilan dapat menyebabkan megaloblastia, cacat ektoblas, cacat plasenta dan janin, berat badan lahir rendah, dan kelahiran prematur. Salah satu penyebab ibu hamil mengalami defisiensi zat gizi mikro (vitamin dan mineral) adalah kurangnya konsumsi pangan sehari-hari.

Hal ini diakibatkan oleh kondisi fisiologis selama kehamilan berupa mual dan muntah yang membuat ibu tidak mampu mengkonsumsi terlalu banyak makanan dan minuman, sedangkan kebutuhan tubuh terhadap zat gizi tersebut meningkat. Oleh karena itu, suplemen menjadi penting dikonsumsi oleh ibu hamil untuk memenuhi kebutuhan gizinya. Berikut adalah berbagai zat gizi yang terkandung di dalam

Suplemen Ibu Hamil

  • Vitamin A

Vitamin ini memainkan peran dasar dalam metabolisme retinoid dan fungsi visual, diferensiasi seluler yang berkaitan dengan perkembangan embrionik, pematangan organ pernapasan, dan perkembangan sistem tubuh. Kondisi patologis yang paling berhubungan dengan defisiensi vitamin A selama kehamilan adalah kasus kelahiran prematur, berat badan lahir rendah dan penyimpanan vitamin A dalam hati bayi yang rendah.

Kadar vitamin A yang rendah pada bayi baru lahir berisiko menyebabkan kondisi abnormal bronkopulmoner dan infeksi. Suplementasi vitamin A dapat mencegah kematian ibu, kematian perinatal, kematian bayi, lahir mati, anemia neonatus, kelahiran prematur dan bayi berat lahir rendah.

  • Vitamin D

Vitamin D (Kalsiferol) disediakan oleh pangan dan paparan sinar matahari pada kulit. Oleh karena itu, kekurangan vitamin D berisiko terjadi pada ibu hamil yang memiliki konsumsi pangan tidak memadai dan tinggal di wilayah dengan paparan sinar matahari rendah. Vitamin D mengatur metabolisme Ca dan fosfor bersama hormon dan tirokalsitonin.

Hasil studi klinis tentang efek kalsiferol selama kehamilan menyebutkan bahwa kekurangan vitamin D terkait dengan preeklamsia, diabetes gestasional, berat badan lahir rendah, persalinan prematur, operasi caesar dan peningkatan risiko penyakit menular.

  • Vitamin E

Penggunaan vitamin E pada kehamilan penting untuk perkembangan jaringan, struktur membran sel, dan integritas sel darah merah. Dosis yang sangat tinggi dapat menyebabkan mual dan beberapa gejala lainnya. Kekurangan vitamin E dapat menyebabkan anemia serta gangguan otot dan kelelahan otot. Vitamin E juga berperan dalam mengurangi preeklamsia pada kehamilan karena sifat antioksidannya.

  • Vitamin K

Meskipun fungsi terpenting vitamin K adalah sebagai antikoagulan, vitamin ini juga memiliki efek penting pada kesehatan tulang. Vitamin K telah terbukti memperbaiki deformasi tulang dan mencegah keropos tulang yang disebabkan oleh kortikosteroid. Pada bayi baru lahir, gejala kekurangan vitamin yang larut dalam lemak dimanifestasikan sebagai kecenderungan perdarahan.

  • Vitamin B

Suplementasi vitamin B harian pada wanita hamil mencegah berat badan lahir rendah, memastikan pertumbuhan intrauterin dan akan meningkatkan toleransi aldoheksosa. Namun, asupan vitamin B yang lebih tinggi dari dosis yang dibutuhkan perlu diwaspadai karena dapat menyebabkan mual, muntah, lesu, dan gangguan makan.

  • Kalsium

Asupan kalsium yang meningkat selama kehamilan penting untuk kesehatan ibu dan bayi. Selama periode ini, penggunaan suplemen kalsium mengurangi preeklamsia.

  • Zat besi

Kekurangan zat besi dapat emnyebabkan anemia. Anemia selain merupakan keadaan patologis vital yang akan berpengaruh pada kehamilan, juga menentukan kualitas hidup bayi baru lahir. Kekurangan zat besi akan berdampak pada kelahiran prematur yang, berat badan lahir rendah, atau bahkan keguguran dalam 2 trimester pertama kehamilan.

Peningkatan volume plasma selama kehamilan, peningkatan kebutuhan zat besi janin, jumlah vitamin C yang dikonsumsi ibu secara oral atau bersama makanan, penggunaan antasida, asupan makanan serealia dengan kandungan fitat yang berlebihan yang berpengaruh pada penyerapan zat besi, serta konsumsi teh dan kopi akan mempengaruhi penyerapan zat besi dan menyebabkan anemia defisiensi besi.

  • Magnesium

Magnesium berperan penting dalam memperkuat otot, sintesis supermolekul dan aktivitas sistem protein, serta pertumbuhan dan regenerasi sel. Magnesium juga memiliki efek mencegah peningkatan tanda vital pada kehamilan.

  • Asam folat

Asam folat atau folat mencegah risiko bayi lahir dengan cacat tabung saraf, seperti spina bifida. Idealnya, ibu hamil harus mengkonsumsi asam folat sejak sebelum berencana untuk hamil. Jumlah asam folat yang harus dikonsumsi adalah 400 mikrogram/hari, dari 12 minggu sebelum pembuahan hingga akhir trimester pertama.

  • Iodium

Iodium sangat penting untuk perkembangan otak dan sistem saraf bayi. Ibu hamil dapat mengkonsumsi suplemen iodium dan makanan kaya iodium seperti makanan laut, roti yang difortifikasi, dan garam beryodium selama kehamilan.

  1. https://www.pregnancybirthbaby.org.au/vitamins-and-supplements-during-pregnancy
  2. https://www.health.qld.gov.au/news-events/news/supplements-vitamins-for-pregnant-women
  3. https://www.intechopen.com/chapters/77507

 

Sumber Gambar :

https://sesa.id/vitamin-code-raw-prenatal-garden-of-life-90-caps.html

hellosehat.com

biz.kompas.com

id.theasianparent.com

 

Tags: